SATUAN PEMELIHARAAN 22
Satuan Pemeliharaan 22 adalah satuan pelaksana Depohar 20 yang bertugas melaksanakan kegiatan pemeliharaan korektif dan restorasi tertinggi di TNI AU berupa standardisasi alat standar ukur (ASU) serta kalibrasi alat ukur presisi (AUP), ground support equipment (GSE), tester avionik dan tester khusus pesawat terbang. Kemampuan pengukuran dan kalibrasi dari Sathar 22 disertai dengan Calibration Measurement Capability (CMC), yaitu rentang dan ketidakpastian pengukuran yang dapat dicapai oleh sebuah alat.
Dalam kegiatan kalibrasi maupun pemeliharaan, pelaksanaan dilakukan oleh: Laboratorium Electronic Mechanic Dimension (EMDT), Laboratorium Microwave Signal Generator Oscilloscope (MSGO) dan Bengkel Transportable Field Calibration Unit (TFCU). Dengan adanya kalibrasi yang tertelusur (traceability) hingga standar yang akurat (accuracy), dapat dikatakan bahwa peralatan yang terkait dengan sistem tersebut, validitasnya dapat dipercaya (reliability).
Kalibrasi pada utamanya adalah menjaga agar alat ukur yang digunakan akurat dan presisi. Alat yang akurat dan presisi akan meminimalisir kesalahan dalam hasil pengukuran.
Pada lambang Sathar 22, terdapat pita yang bertuliskan “Ikang Kayatnan Pangraksa Kottamanira” yang memiliki makna bahwa Sathar 22 sangat mengutamakan ketelitian, ketepatan dan ketekunan dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan alat ukur presisi dan peralatan elektronika khusus lainnya.
Hal inilah yang menjadi pegangan tiap personel Sathar 22. Selain itu, Sathar 22 juga memiliki motto ‘Road to Zero Error Measurement’ dalam kesehariannya. Istilah ini dapat dimaknai bahwa segala sesuatu yang dikerjakan oleh Sathar 22 bertujuan untuk menghasilkan pengukuran yang paling akurat dan presisi, dengan kesalahan mendekati atau malah sama dengan nol atau nihil.
Hal ini dilakukan demi performa alat ukur yang optimal guna mendukung kesiapan operasional alutsista TNI AU. Dengan adanya kalibrasi yang tertelusur (traceability) hingga standar yang akurat (accuracy), dapat dikatakan bahwa peralatan yang terkait dengan sistem tersebut, validitasnya dapat dipercaya (reliability).




