SATUAN PEMELIHARAAN 24
Pergeseran paradigma pertempuran modern dengan mengedepankan peralatan digital dan sistem autonomous yang lambat laun menggantikan peran dan fungsi dari peralatan konvensional yang ada. Lahirnya Sathar 24 diharapkan mampu menjadi solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi kedirgantaraanyang berkembang dengan begitu pesatnya terutama pada teknologi PTTA dan ACMI.
Pemeliharaan peralatan PTTA dan ACMI yang sebelumnya memang belum terwadahi, saat ini pemeliharaannya bisa diakomodir setelah terbentuknya Sathar 24. Satuan pemeliharaan yang usianya paling muda diantara satuan pemeliharaan lainnya di bawah jajaran Depohar 20.
Namun usia yang muda tidak melunturkan tekad Sathar 24 dalam mengabdikan diri pada TNI Angkatan Udara. Keterbatasan yang dibungkus dengan tekad, kegigihan dan rasa ingin tahu yang tinggu justru menghasilkan karya-karya inovasi nyata. Dalam pelaksanaan tugasnya Sathar 24 memiliki 4 bengkel yaitu bengkel Air Vehicle, bengkel Flight System, bengkel Komunikasi Data dan bengkel ACMI.
A VISION BEYOND IMAGINATION, (Sebuah Visi Yang Melebihi Angan-angan). Motto tersebut seolah menggambarkan kegigihan dan optimisme seluruh personel Satuan Pemeliharaan 24 dalam melaksanakan tugasnya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin apabila segala sesuatu dikerjakan dengan maksimal dan sungguh-sungguh.
Motto tersebut juga menggambarkan bahwa tantangan tugas yang diemban ke depan akan semakin banyak dan kompeks mengingat teknologi yang terus berkembang dengan sangat dinamis dan signifikan, namun dengan visi yang dimiliki maka setiap tantangan akan diselesaikan dengan baik dan benar.
Pada Lambang Kesatuan Sathar 24 terdapat pita yang bertuliskan Rumeksa Kahingan Dekhnaa’ Paksi Nagara, yang dimaknai dengan Satuan pemeliharaan 24 merupakan tempat dari para teknisi (elektronika) yang mumpuni dan mahir dalam memelihara, merawat dan memperbaiki alutsista TNI Angkatan Udara.





